Info&tanya jawab

Jumat, 24 Maret 2023

Rumah Tak Layak Huni, Pemerhati Hendak Bangun Rumah Bapak Thomas D. Soge

Foto: Roman Lamablawa
Aran Sina – Di bawah rimbunan pohon mente yang tumbuh di sebuah kebun, berdiri sebuah rumah sederhana yang menjadi tempat berteduh bagi Bapak Thomas D. Soge. Kondisi rumah tersebut jauh dari kata layak. Beratapkan daun lontar, berdinding seadanya, tanpa ventilasi yang memadai, dan hanya memiliki satu ruangan berukuran sekitar tiga kali tiga meter.
Di ruangan sempit itulah Bapak Thomas menjalani hari-harinya. Rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung dan beristirahat belum mampu memberikan rasa aman dan nyaman sebagaimana mestinya. Ketika musim hujan tiba, atap daun lontar yang mulai lapuk rentan bocor. Sementara pada siang hari, minimnya sirkulasi udara membuat bagian dalam rumah terasa pengap.
Kondisi memprihatinkan tersebut mengundang perhatian sejumlah pemerhati sosial yang tergerak untuk membantu. Mereka berinisiatif membangun rumah yang lebih layak bagi Bapak Thomas D. Soge agar ia dapat menikmati tempat tinggal yang sehat, aman, dan manusiawi.
Salah seorang pemerhati mengatakan bahwa kepedulian terhadap sesama harus diwujudkan melalui tindakan nyata, terutama bagi warga yang hidup dalam keterbatasan.
Kami melihat langsung kondisi tempat tinggal Bapak Thomas. Rumah ini sangat sederhana dan belum memenuhi standar kelayakan huni. Karena itu, kami berinisiatif menggalang dukungan agar beliau dapat memiliki rumah yang lebih layak, ujarnya.
Menurutnya, pembangunan rumah tersebut diharapkan dapat dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan berbagai pihak, baik pemerintah, para dermawan, komunitas sosial, maupun masyarakat yang tergerak untuk membantu.
Bagi warga sekitar, sosok Bapak Thomas dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan bersahaja. Mereka berharap niat baik para pemerhati dapat segera terwujud sehingga ia tidak lagi harus tinggal di rumah yang serba terbatas.
Semoga ada banyak tangan yang terulur. Setiap bantuan, sekecil apa pun, akan sangat berarti untuk membantu Bapak Thomas memiliki tempat tinggal yang layak, ungkap seorang warga.
Persoalan rumah tidak layak huni masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah pedesaan. Kisah Bapak Thomas D. Soge menjadi pengingat bahwa masih ada saudara-saudara kita yang membutuhkan perhatian bersama. Rumah bukan sekadar bangunan fisik, tetapi tempat tumbuhnya harapan, rasa aman, dan martabat manusia.
Melalui semangat gotong royong dan kepedulian sosial, harapan itu kini mulai menyala di bawah rimbunan kebun mente. Sebuah harapan sederhana agar Bapak Thomas D. Soge kelak dapat menikmati hari-harinya di rumah yang lebih layak, sehat, dan nyaman untuk dihuni.
Foto: Roman Lamablawa
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar